Minggu, 13 Maret 2016

Tawarkan Konsep ’Religi’, Naufal Siap Rebut Kursi BEM Unila 1


Ahmad Naufal A. Caya


BANDARLAMPUNG –Universitas Lampung (Unila) akan kembali menggelar pemilihan raya (Pemira) untuk memilih anggota dewan perwakilan mahasiswa (DPM) serta presiden dan wakil presiden badan eksekutif mahasiswa (BEM). Pemira 2016 kali ini akan digelar pada Rabu (30/3) mendatang dan disebut-sebut sebagai Pemira yang tidak kalah panas dibanding pemira di tahun-tahun sebelumnya.

Suksesi tahun ini menarik minat mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila, Ahmad Naufal A. Caya, untuk ikut serta dalam bursa perebutan kursi BEM Unila 1. Dalam rilis resminya, mahasiswa angkatan 2014 ini menyatakan siap menjadi garda terdepan menyuarakan aspirasi seluruh mahasiswa Unila dengan mengusung visi Religius, Unggul, dan Berintegritas (Religi). “Saat ini Unila telah memasuki usia 50 tahun. Diusianya yang cukup matang ini, Unila memiliki serangkaian tantangan dalam menghadapi persaingan global. Selain itu, Unila juga memiliki visi sebagai top ten university in 2025 yang tinggal hitungan tahun lagi,” paparnya.

Naufal melanjutkan, tantangan besar yang dihadapi Unila tersebut tentunya harus dicapai secara bersama-sama dengan seluruh civitas akademika.  “Kontribusi aktif berupa pikiran positif dari mahasiswa Unila yang diwakili oleh BEM tentunya akan menjadi rujukan pimpinan universitas dalam membuat kebijakan apabila buah pikiran yang disampaikan adalah saran yang konstruktif,” jelasnya.

Menurut Naufal, alasan dirinya mengusung visi Religi adalah suatu upaya mewujudkan Unila yang memiliki iklim akademis yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan moralitas yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; terwujudnya Unila yang mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses, pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan terwujudnya Unila yang memegang teguh nilai keadilan dan kesatuan yang memancarkan sikap kejujuran.

“Tidak muluk-muluk, saya mengajak seluruh civitas akademika agar mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan moralitas, karena itu merupakan kunci meningkatkan reputasi Unila. Apalagi Unila kini tengah melakukan reformasi dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip good university governance,” papar alumnus SMA Al Azhar 3 Bandarlampung ini.

Ditanyakan  mengenai persiapan dirinya sejauh ini terkait strategi maupun penggalangan massa, dirinya mengaku santai dan mengalir. “Tidak ada jabatan yang perlu dikejar dan dipertahankan mati-matian. Saya maju bukan mau cari jabatan, tapi menawarkan konsep-konsep bagaimana kita bersama membangun Unila agar lebih baik lagi,” ujar pengurus DPD KNPI Kota Bandarlampung ini.

Sekedar informasi, Naufal yang memiliki latar belakang keluarga nahdliyin ini lahir di Bandarlampung, 17 Maret 1997. Selain aktif sebagai pengurus KNPI, ia juga pernah menjadi pendiri sekaligus pemimpin redaksi majalah sekolah di SMA-nya. Pria berkacamata ini juga pernah menjadi seorang jurnalis di surat kabar harian (SKH) Radar Lampung pada Juli 2014 hingga Desember 2015 lalu. (redaksi)

3 komentar: