Senin, 14 Maret 2016

Dituduh Berambisi, Ini Jawaban Naufal


Naufal bersama rekan-rekannya dalam suatu kesempatan sosialisasi SNMPTN di SMA Al-Azhar 3 belum lama ini



BANDARLAMPUNG – Jelang pemilihan raya (pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Lampung (Unila) suasana semakin memanas. Bakal Calon Presiden BEM U KBM Unila Ahmad Naufal A. Caya bahkan terkena imbas black campaign yang dilancarkan kepada dirinya. Misalnya, Naufal dituduh berambisi untuk menduduki kursi BEM Unila 1 dan tidak pro terhadap mahasiswa sebagaimana tugas BEM pada umumnya.

Kondisi ini ditanggapi pria berkacamata ini dengan santai dengan mengatakan hal tersebut adalah hal biasa jelang suksesi. “Isu ataupun fitnah itu biasa. Memang kabar itu sudah saya dengar, tapi untuk apa ditanggapi dengan serius. Karena kita tidak merasa seperti itu. Untuk meraih kesuksesan kan pasti penuh tantangan,” jelasnya, Senin (14/3).

Naufal yang didampingi sejumlah timnya menegaskan, dirinya tidak pernah berambisi untuk menduduki kursi presiden dengan cara-cara yang tidak dibenarkan. “Kalau bermain itu harus fair. Seorang politikus sejati kalau memang benar-benar cerdas pasti tidak akan menggunakan cara-cara black campaign. Kalau seperti ini kan sudah menjatuhkan harga diri seseorang namanya,” ujarnya sembari bercanda.

Ditanyakan langkah-langkahnya menanggapi isu negatif tentang dirinya, mantan wartawan Radar Lampung ini mengaku menanggapinya dengan santai dan candaan. “Nggak usah dibuat pusing. Kita harus fokus bagaimana nantinya kita dapat berkontribusi positif dan aktif  dalam pengembangan Unila. Karena itu, mahasiswa harus aktif dan berani menyuarakan semua aspirasi untuk memperkaya proses pengambilan kebijakan di Unila tentunya dengan batasan-batasan,” paparnya.

Naufal menambahkan, Salah satu penghambat dalam proses pengembangan suatu perguruan tinggi adalah lemahnya peran dan pemberdayaan mahasiswa. Mahasiswa biasanya hanya jadi subjek yang tidak banyak dilibatkan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun dalam pengelolaan pengembangan perguruan tinggi. “Nah, bila saya mendapat amanah peran mahasiswa harus dioptimalkan,” tutupnya. (redaksi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar