![]() |
| Ahmad Naufal A. Caya |
BANDARLAMPUNG –Universitas Lampung (Unila) akan kembali menggelar pemilihan
raya (Pemira) untuk memilih anggota dewan perwakilan mahasiswa (DPM) serta
presiden dan wakil presiden badan eksekutif mahasiswa (BEM). Pemira 2016 kali
ini akan digelar pada Rabu (30/3) mendatang dan disebut-sebut sebagai Pemira
yang tidak kalah panas dibanding pemira di tahun-tahun sebelumnya.
Suksesi
tahun ini menarik minat mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP) Unila, Ahmad Naufal A. Caya, untuk ikut serta dalam bursa perebutan
kursi BEM Unila 1. Dalam rilis resminya, mahasiswa angkatan 2014 ini menyatakan
siap menjadi garda terdepan menyuarakan aspirasi seluruh mahasiswa Unila dengan
mengusung visi Religius, Unggul, dan Berintegritas (Religi). “Saat ini Unila telah
memasuki usia 50 tahun. Diusianya yang cukup matang ini, Unila memiliki
serangkaian tantangan dalam menghadapi persaingan global. Selain itu, Unila
juga memiliki visi sebagai top ten
university in 2025 yang tinggal hitungan tahun lagi,” paparnya.
Naufal
melanjutkan, tantangan besar yang dihadapi Unila tersebut tentunya harus
dicapai secara bersama-sama dengan seluruh civitas akademika. “Kontribusi aktif berupa pikiran positif dari
mahasiswa Unila yang diwakili oleh BEM tentunya akan menjadi rujukan pimpinan
universitas dalam membuat kebijakan apabila buah pikiran yang disampaikan
adalah saran yang konstruktif,” jelasnya.
Menurut
Naufal, alasan dirinya mengusung visi Religi adalah suatu upaya mewujudkan
Unila yang memiliki iklim akademis yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan
moralitas yang berlandaskan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; terwujudnya
Unila yang mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses,
pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; dan terwujudnya Unila
yang memegang teguh nilai keadilan dan kesatuan yang memancarkan sikap
kejujuran.
“Tidak muluk-muluk, saya mengajak seluruh civitas
akademika agar mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan moralitas, karena itu merupakan
kunci meningkatkan reputasi Unila. Apalagi Unila kini tengah melakukan
reformasi dengan mengimplementasikan prinsip-prinsip good university governance,” papar alumnus SMA Al Azhar 3 Bandarlampung
ini.
Ditanyakan
mengenai persiapan dirinya sejauh ini terkait strategi maupun penggalangan
massa, dirinya mengaku santai dan mengalir. “Tidak ada jabatan yang perlu
dikejar dan dipertahankan mati-matian. Saya maju bukan mau cari jabatan, tapi
menawarkan konsep-konsep bagaimana kita bersama membangun Unila agar lebih baik
lagi,” ujar pengurus DPD KNPI Kota Bandarlampung ini.
Sekedar
informasi, Naufal yang memiliki latar belakang keluarga nahdliyin ini lahir di Bandarlampung, 17 Maret 1997. Selain aktif
sebagai pengurus KNPI, ia juga pernah menjadi pendiri sekaligus pemimpin
redaksi majalah sekolah di SMA-nya. Pria berkacamata ini juga pernah menjadi
seorang jurnalis di surat kabar harian (SKH) Radar Lampung pada Juli 2014 hingga Desember 2015 lalu. (redaksi)

semoga sukses brother (y)
BalasHapusSalam pergerakan
BalasHapusJangan tanggung tanggung fal !
BalasHapus